5 Hal ini yang diharapkan Perusahaan dari Fresh Graduate

Kompetensi fresh graduteSuatu hari nanti, InsyaAllah anda pasti akan lulus dan diwisuda. Menyandang gelar dan membawa ijazah. Saat itulah anda menjadi fresh graduate alias, baru lulus. Jangan terlalu bangga dengan menjadi seorangfresh graduatekarena tantangan yang lebih besar telah menanti anda di depan mata, yaitu mendapatkan perkerjaan.

Langsung mendapatkan pekerjaan bukan perkara gampang bagi seorang fresh graduate, buktinya, sangat banyak sarjana yang nganggur bukan? Hal itu sudah dibahas di sini. Banyak hal memang yang menyebabkan seorang fresh graduate tidak gampang memperoleh pekerjaan dalam waktu cepat. Namun biasanya, hal ini terjadi karena lamaran kerja kita (jika kita memutuskan melamar pekerjaan bukan berwirausaha), ditolak oleh HRD perusahaan yang kita tuju. Mengapa ditolak? Jawabanya sederhana saja, karena kompetensi kita tidak sesuai dengan harapan mereka.

Lantas, kompetensi apa saja yang diharapkan oleh perusahaan dari seorang fresh graduate? Banyak sekali. Tapi 5 hal berikut, bisa mewakili sebagian besar harapan tentang kompetensi-kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang fresh graduate.

 

  1. Memiliki Banyak Pengalaman

Perusahaan akan sangat terkesan dengan seorang fresh graduateyang memiliki banyak pengalaman. Karena hal ini sedikit banyak akan menunjukkan sejauh mana wawasan dan kematangan/kedewasaan berfikir seseorang.

Pengalaman apa?

Pengalaman apa saja. Namun tentu akan lebih bernilai ketika pengalaman tersebut adalah yang terkait dengan akademis dan keterampilan yang anda miliki. Boleh-boleh saja jika kita punya pengalaman yang tidak ada sangkut pautnya dengan akademis dan ketrampilan yang kita miliki (pernah juara Raja Perayu Wanita, misalnya), namun tidak perlu diungkapkan dalam CV anda maupun saat interview nantinya. Hal ini malah dapat menurunkan citra akademis anda.

Contohnya bagaimana?

Contoh pengalaman yang baik untuk menjadi bekal dalam melamar dan disukai oleh perusahaan misalnya:

  1. Menjadi trainer atau pembicara pada pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh kampus, LSM atau organisasi sejenis.
  2. Mendirikan lembaga yang punya peran dalam kehidupan kampus atau kehidupan masyarakat sekitar.
  3. Pernah mengikuti atau menjadi pelaksana proyek-proyek sosial, seperti Gerakan Kotaku Bebas Sampah, atau Gerakan Sabtu Menyapu Jalan, dan sejenisnya.
  4. Bergabung dan terlibat aktif dalam organisasi. Baik itu di dalam Kampus ataupun di luar kampus.

Yang pasti, pengalaman apapun itu, asalkan sesuai dengan akademis dan keterampilanmu, insya Allah akan membuat pihak HRD terkesan.

 

  1. IPK Tidak Harus Cum Laude tapi Akademis bagus

Maksudnya bagaimana?

Perlu diketahui, IPK memang bukan segala-galanya. Lulus dengan predikatCum Laudememang membanggakan, tetapi tidak menjamin seseorang bisa cerdas dalam bekerja. Karena dalam dunia kerja, yang lebih banyak diperlukan adalah cerdas dalam mengelola pekerjaan, komunikasi antar teman dan antar departemen/divisi termasuk cerdas dalam mengelola konflik yang timbul. Bukan hanya cerdas secara akademis saja.

IPK sedikit dibawah cum laude, sekitar 3,25 3,5 itu sudah cukup menunjukkan anda bagus secara akademis. Artinya anda SERIUS dalam belajar selama anda kuliah. Cukup menunjukkan bahwa anda telah menguasai sebagian besar ilmu yang telah dipelajari selama kuliah. Itu intinya. Sebab, IPK di atas 3,5 cenderung menunjukan bahwa anda seolah-olah kutu buku, yang kerjaannya hanya Kost Kampus Perpust (perpustakaan maksudnya). Tidak pandai bersosialisasi, tidak aktif berorganisasi dan jarang bertemu konflik. Padahal, bersosialisai, berorganisasi dan mengelola konflik, adalah makanan sehari-hari pada dunia kerja.

Selain itu, IPK cum laude membawa beban mental tersendiri. Anda harus menunjukan kemampuan akademis anda dengan baik sebab, IPK anda nyaris sempurna. Artinya nyaris semua ilmu yang dipelajari di kampus berhasil anda serap dan anda kuasai. Jika ada permasalahan yang terjadi di kantor dan pernah dipelajari di kampus, namun anda tidak mampu menyelesaikannya, anda akan malu jika bagian HRD tiba-tiba bilang, IPKnya Cum Laude bukan?!

Jadi, Sebaiknya bagaimana?

Sebaiknya, anda lulus dengan banyak pengalaman dan IPK yang tinggi. Lebih bagus lagi, anda mampu membuktikan dua hal tersebut di dunia kerja nanti.

 

  1. Memiliki Inisiatif

Inisiatif artinya kemauan dan kemampuan untuk bergerak, mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah tanpa menunggu perintah atasan tetapi tidak melanggar aturan perusahaan atau kebijakan atasan. Hal ini agak jarang dimiliki oleh seorang fresh graduate.

Bukan perkara mudah memang. Sebab, pada satu sisi, kita dituntut harus bisa bergerak dan mengambil keputusan tanpa perintah atasan, tapi pada sisi lain, pengambilan tindakan atau keputusan tersebut tidak melanggar kebijakan atasan.

Bagaimana caranya?

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mensiasati perbedaan tersebut, yaitu:

  1. Memahami arah kebijakan dan batasan-batasan yang tidak disukai atasan atau tidak boleh dilanggar. Dengan demikian, lama kelamaan anda akan faham seperti apa pola dan arah kebijakannya. Semakin lama akan faham hal yang seperti apa yang boleh dan hal yang seperti apa yang tidak boleh.
  2. Berusahalah untuk senantiasa berkoordinasi dengan atasan terkait hal-hal penting dan menyangkut kepentingan besar perusahaan. Hal ini untuk menghindari munculnya perasaan dilangkahi oleh bawahan. Hal-hal apa saja yang termasuk menyangkut kepentingan besar parusahaan? Anda bisa tanya ke atasan anda.
  3. Konsultasikan permasalahan yang dihadapi lengkap dengan alternatif solusi yang ditawarkan. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan anda telah berinisiatif memikirkan dan mempersiapkan alternatif solusinya, tanpa menunggu intruksi atasan.

Oleh karena itu, sejak anda masih mahasiswa, berlatihlah untuk mengasah inisiatif. Cara paling gampang adalah dengan aktif berorganisasi. Insya Allah, inisisatif anda akan terasah.

 

  1. Memiliki Motivasi Kerja yang Tinggi

Motivasi adalah mesin pendorong atau sumber energi utama dalam bekerja. Jika motivasi dalam bekerja tinggi, maka pekerjaan yang dapat diselesaikan pun akan banyak dan berkualitas. Demikian pula sebaliknya, jika kita bekerja tanpa motivasi, maka bekerja menjadi sebuah beban dan terasa menyiksa. Akibatnya, anda akan malas dalam bekerja dan hasilnya akan buruk.

Bagaimana caranya agar memiliki motivasi yang tinggi?

Pertama, yang harus anda lakukan untuk memiliki motivasi adalah tetapkan tujuan atau target anda. Dengan memiliki tujuan atau target, maka kita akan senantiasa sadar bahwa ada yang harus kita wujudkan. Ada yang harus kita penuhi. Target itu misalnya, memiliki rumah tiga kamar seluas 140 m2 tahun 2020, atau berinvestasi reksadana saham syariah 5 juta per bulan, atau membangun rumah baca untuk anak-anak di kompleks tahun 2019, dan lain sebagainya.

Kedua, memiliki alasan kuat, mengapa target itu harus diwujudkan. Misalnya. Jika anda gagal memiliki rumah, maka resikonya anda akan terus ngontrak rumah, padahal harga rumah semakin lama semakin mahal, harga kontrakan juga semakin lama semakin naik.

Tuliskan target dan alasan tersebut. Tulis di buku, white board, wall paper smartphone, dan sebagainya. Baca minimal 2 kali dalam satu hari yaitu pagi sebelum berangkat kerja dan malam sebelum tidur. Hal ini dilakukan agar anda senantiasa ingat target dan alasan anda mengejar target tersebut.

Segera tentukan target dan temukan alasan kuatnya mengapa target itu harus diwujudkan. Hal ini akan menjadi bahan bakar untuk motivasi anda sehingga terus membara. Dan tentu saja, perusahaan akan sangat senang dengan karyawan yang memiliki motivasi kerja tinggi.

 

  1. Mau Terus Belajar

Nah ini yang sangat jarang dimiliki parafresh graduate. Umumnya, para fresh graduate merasa, ia telah selesai belajar. Padahal ia baru selesai kuliah bukan selesai belajar. Padahalbanyak hal yang belum diketahui dan dipelajari. Padahal ilmu, pengetahuan dan teknologi terus berkembang pesat.

Jika anda memiliki semangat untuk mau terus belajar, maka perusahaan akan sangat senang menerima anda. Sebab anda akan menjadi asset berharga perusahaan. Apa lagi jika anda berhasil mempelajari dan menguasai aspek-aspek penting atau pokok yang ada dalam perusahaan tersebut.

Kemauan untuk terus belajar, juga menjadi sangat penting di era sekarang. Sebab persaingan antar peusahaan sudah sangat sengit. Beragam inovasi dan strategi dicoba untuk menggaet hati konsumen dan memenangkan persaingan menguasai pasar. Jika para karyawannya malas untuk terus belajar, tentu sangat sulit untuk bisa berinovasi dan merancang strategi jitu memenangkan persaingan.

Bagaimana caranya untuk dapat menghidupkan semangat untuk mau terus belajar?

Berikut ini beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menumbuhkan semangat tersebut sejak anda masih kkuliah, yaitu:

  1. Ikutilah seminar, pelatihan atau kursus yang dapat mengembangkan wawasan dan keterampilan anda. Jika seminar atau pelatihannya bermutu, biasanya memang mahal biayanya. Namun akan sebanding dengan apa yang anda peroleh.
  2. Baca dan belilah buku-buku bermutu tentang pengembangan diri dan hal-hal yang terkait dengan dunia kuliah anda. Anggarkan setiap bulan, minimal setiap semester untuk membeli buku baru. Bacaan yang berkualitas akan membuat wawasan anda luas dan lebih bijak dalam bersikap.
  3. Buatlah blog. Buat kemudian update isinya secara konsisten, minimal setiap pekan satu tulisan. Setiap anda menulis di blog, tentu harus belajar dulu kan? Jangan Copy Paste. Blog ini akan mencerminkan ilmu dan wawasan anda.

Demikian 5 hal yang dapat anda persiapkan, mumpung masih mahasiswa, agar ketika anda menjadi fresh graduate, anda benar-benar diburu para manajer HRD di perusahaan impian anda karena kompetensi anda.



banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *