Apa itu Skripsi dan KTA atau KTI? Penjelasan Sederhana tentang Skripsi dan KTA/KTI.

Setiap mahasiswa pasti pada akhirnya akan membuat karya tulis ilmiah di akhir masa studinya. Nama karya tulis ilmiah tersebut bisa berbeda-beda. Bisa KTI (Karya Tulis Ilmiah) KTA (Karya Tulis Akhir) atau skripsi. Istilah KTA atau KTI biasa digunakan untuk mahasiswa jenjang D3 sedangkan skripsi biasa digunakan untuk mahasiswa jenjang S1.

KTA dan skripsi adalah bagian dari babak-babak akhir perjuangan melelahkan seorang mahasiswa. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun dengan sistematika, metode dan kaidah tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pembuatan skripsi  adalah momentum pembuktian sejauh mana penguasaan teman-teman terhadap serangkaian keilmuan yang telah diajarkan di kampus berhadapan dengan realita di lapangan. Kajian realita di lapangan tersebut tentu harus ilmiah, terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika ada yang belum faham dengan apa itu skripsi atau KTA/KTI, mudah-mudahan penjelasan berikut ini dapat membantu memberikan gambaran yang tepat.

Hal pertama yang harus difahami adalah bahwa setiap mahasiswa, diakhir periode perkuliahannya, ia harus membuat karya tulis, baik itu namanya skripsi, KTA atau KTI. Jadi semua mahasiswa semua jurusan harus membuat, tanpa kecuali. Jadi jangan sampai ada pertanyaan: “Saya baru tahu mahasiswa suruh bikin skripsi?”

Hal kedua, skripsi adalah karya tulis akademik. Maka penyusunannya harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan kampus. Sistematikanya mungkin setiap kampus berbeda-beda, namun secara umum sama. Seperti misalnya diawali dengan Pendahuluan Pendahuluan berisi latar belakang, perumusan masalah, manfaat penelitian, dan sebagainya. Kemudian ada tinjauan pustaka, metode penelitian, pembahasan sampai pada kesimpulan dan daftar pustaka. Semuanya harus ada. Soal sistematikanya seperti apa yang harus digunakan, silahkan bertanya ke bidang akademik tempat teman-teman kuliah.

Hal ketiga, skripsi atau KTA/KTI adalah karya tulis ilmiah. Artinya harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah. Contoh , apapun penjelasan yang teman-teman tuliskan harus dicantumkan kutipannya atau referensinya dari siapa. Referensi tersebut juga semuanya harus dicantumkan di daftar pustaka.

Referensi yang digunakan dapat berupa buku ilmiah, jurnal hasil penelitian, prosiding seminar atau sumber-sumber lain yang diizinkan oleh pihak akademik kampus.

Hal keempat, sebelum menyusun skripsi, teman-teman harus mengajukan proposal atau usulan penelitian terlebih dahulu. Jika proposal ataupun usulan penelitian ini disetujui pihak akademik kampus, baru teman-teman bisa mulai mengerjakan skripsi. Kalau belum disetujui proposal atau usulan penelitiannya, jangan membuat skripsi dulu. Apa lagi kalau belum mengajukan usulan penelitian sama sekali.

Hal kelima, dalam penyusunan skripsi atau KTA/KTI, pihak kampus akan menunjuk pembimbing. Biasanya 2 orang dari disiplin ilmu yang sejenis atau berdekatan. Maksudnya, jika teman-teman hendak membuat skripsi tentang manajemen keuangan pada pengusaha batik, maka biasanya pembimbingnya adalah dosen akuntansi, dosen manajemen, dosen ekonomi atau kewirausahaan. Tidak mungkin pembimbingnya dosen sejarah atau perpajakan misalnya.

Hal keenam, penyusunan Skripsi dan KTA/KTI butuh biaya, kecuali jika mengikuti proyek penelitian dosen. Biaya tersebut ditanggung oleh dosen yang punya penelitian. Biaya dibutuhkan untuk banyak hal, minimal untuk mengetik dan mencetak hasil ketikan. Selain itu diperlukan juga untuk pembelian alat dan bahan penelitian. Jika tidak bisa beli, sewa saja di laboratorium. Pada kampus tertentu ada layanan seperti itu.

Biaya juga diperlukan untuk transportasi ke tempat penelitian, jika penelitian tidak dilakukan di laboratorium atau dalam kampus. Oleh karena itu sebaiknya siapkan anggaran yang cukup agar penyusunan skripsi tidak berhenti atau tertunda di tengah jalan.

Hal ketujuh, skripsi dan KTA/KTI harus dikoreksi dan disetujui oleh dosen pembimbing sebelum diuji. Proses koreksi dan revisi ini yang kadang sangat melelahkan baik fisik, fikiran maupun mental.

Melelahkan secara fisik karena harus bolak-balik ketemu dosen baik itu untuk mengantar revisian atau mengambil hasil koreksi. Secara fikiran, teman-teman akan diminta untuk memikirkan fenomena-fenomena dibalik hasil pengukuran atau data yang telah diperoleh, kemudian dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Akan lebih membuat kaget dan bikin pusing kalau ternyata hasil penelitian teman-teman berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya.

Secara mental, teman-teman akan diuji kesabarannya untuk menuntaskan skripsi sampai disetujui alias ACC. Jadi jangan heran kalau ada mahasiswa yang mengeluh: “Kok tidak ACC-ACC ya? Padahal setiap koreksi dan saran sudah dipenuhi.” Bahkan sampai ada yang mengumpat: ”Dasar dosen killer, mau lulus saja dipersulit.” Jangan begitu. Jalani dan tuntaskan saja skripsinya, insyaAllah nanti juga selesai.

Hal kedelapan. Skripsi dan KTA/KTI akan diujikan. Setelah selesai pembuatan skripsi dan disetujui oleh pembimbing, maka hasil penelitian atau skripsi itu harus diujikan pada sidang skripsi. Ujian ini untuk mengetahui sejauh mana penguasaan keilmuan, penerapan aplikasi dan keilmiahan pembahasan yang telah teman-teman lakukan dalam skripsi atau KTA/KTI. Khabar buruknya, banyak yang GAGAL. Dalam artian hasilnya tidak memuaskan, bisa harus mengulang atau hanya cukup syarat lulus saja.

Sebenarnya ada beberapa hal kunci yang jika dipersiapkan dengan serius dapat menghindarkan teman-teman dari kegagalan ujian skripsi. Hal-hal kunci tersebut dibahas di sini.

Salah satu hal yang sangat membantu dalam ujian skripsi adalah presentasi yang efektif dan tidak asal-asalan. Teman-teman harus mampu menyusun slide presentasi yang dapat menyampaikan pesan dengan efektif tanpa kehilangan keilmiahannya. Sayangnya, tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan membuat slide presentasi yang baik. Bahkan kadang juga tidak punya cukup waktu karena kesibukan akademik dan non akademik.

Solusi untuk mengatasi hal ini, sangat dianjurkan teman-teman menggunakan template slide presentasi skripsi yang sudah siap edit. Hal ini akan sangat membantu teman-teman menyajikan hasil penelitian dengan efektif tanpa kehilangan sisi ilmiahnya, sekaligus menghemat waktu pembuatan dengan sangat efisien. Selain itu, tampilannya sangat bagus dan tidak kampungan. Teman-teman akan sangat terbantu dengan adanya template presentasi skripsi ini. Silahkan teman-teman dapatkan di sini.

Jadi apakah sudah cukup punya gambaran apa itu skripsi dan KTA/KTI? Jika ada yang masih belum jelas, jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar. Jangan lupa, bagikan tulisan ini agar dapat memberi informasi kepada lebih banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *