3 Kesalahan Fatal dalam Memilih Jurusan Kuliah

Dunia kuliah adalah dunia yang baru bagi teman –teman yang baru lulus SMA/SMK/MA. Apa lagi jika tidak punya teman atau saudara yang sedang kuliah, tentu gambaran dunia kuliah menjadi lebih tidak jelas lagi. Karena ketidak jelasan tersebut, kadang ada yang bisa menyebabkan salah pilih jurusan kuliah.

Sebenarnya, beberapa kesalahan kecil dalam memilih jurusan kuliah bisa ditolelir atau diabaikan tanpa banyak merubah kondisi perkuliahan yang telah dijalani. Namun demikian ada beberapa kesalahan fatal yang kadang dilakukan oleh para calon mahasiswa dalam memilih jurusan kuliah. Setidaknya, ada 3 kesalahan fatal yang dilakukan sebagian orang dalam memilih jurusan kuliah. Mudah-mudahan teman-teman tidak termasuk didalamnya.

#1. Memilih karena terlihat keren.

Kuliah di universitas ternama, tentu menjadi idaman banyak calon mahasiswa. Dan akan menjadi kebanggaan tersendiri jika berhasil kuliah di sana. Hal ini wajar saja terjadi, karena mau-tidak mau beberapa perguruan tinggi di Indonesia memiliki citra lebih bagus, lebih ngetop dan lebih keren dari perguruan tinggi lainnya.

Citra bagus dan terlihat keren umumnya karena ada banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh perguruan tinggi tersebut. Selain itu, tingkat keterkenalan suatu perguruan tinggi juga banyak dipengaruhi oleh kiprah para alumninya selepas lulus. Mungkin karena para alumninya banyak yang menjadi pejabat, peneliti dengan banyak hak paten, orang terkenal atau menjadi pengusaha sukses.

Wajar saja, jika kita juga ingin kuliah di kampus yang keren dan selepas lulus menjadi sukses seperti sebagian besar alumni perguruan tinggi tersebut.

Namun demikian, memilih jurusan karena jurusan itu terkenal, bukan pertimbangan yang tepat dalam memilih jurusan. Sebaiknya, pilihlah jurusan kuliah karena sesuai dengan passion/kecintaan teman-teman sendiri. (Tulisan terkait passion, dapat teman-teman baca di sini). Syukur-syukur, passion teman-teman cocok dengan jurusan yang terkenal itu. Jadi pas pilihannya. Itu yang terbaik.

Jadi sebelum teman-teman memilih jurusan kuliah ada baiknya teman-teman melakukan 2 hal terlebih dahulu.

Pertama,  mencari tahu apa sebenarnya passion teman-teman. Pilih 1 – 3 passion yang paling cocok buat teman-teman. Sebab jika kuliah tidak sesuai passion/kecintaan teman-teman, akan sangat sulit bertahan untuk serius menjalani perkuliahan tersebut.

Jangan sampai, ini contoh saja, teman-teman punya passion untuk servis komputer dan jaringannya, terus memilih jurusan akuntansi. Senang berbisnis dan bernegosiasi, tapi malah memilih kuliah jurusan hukum. Bukan tidak boleh, tapi nyambungnya susah.

Kedua, mencari tahu tingkat akreditasi dan kesuksesan alumni dari jurusan tersebut.

Bagaimana cara mencari tahunya? Untuk tingkat akreditasi, teman-teman dapat mencarinya di internet. Insya Allah ada. Usahakan pilih jurusan minimal akreditasinya B syukur-syukur A. Kemudian untuk tingkat kesuksesan alumni atau berapa rata-rata gaji para alumni dari jurusan tersebut, teman-teman dapat melacaknya melalui tracer study setiap perguruan tinggi. Biasanya data tracer study ini dapat diakses secara umum.

Sayangnya, tidak semua jurusan pada perguruan tinggi di Indonesia berakreditasi A – B. Selain itu, tidak semua, bahkan hanya beberapa yang melakukan tracer study dengan baik dan mempublikasikannya.

#2. Memilih tanpa perencanaan biaya yang matang.

Perencanaan biaya untuk kuliah, mau-tidak mau harus dipertimbangkan dengan matang. Sebab banyak kejadian, seorang mahasiswa terpaksa di keluarkan dari kampus (DO = Drop Out) karena alasan keuangan, alias belum melunasi biaya kuliah.

Secara prioritas, biaya yang harus didahulukan adalah biaya kuliah (SPP, Praktikum, dan sejenisnya) kemudian makan dan tempat tinggal, dan prioritas terakhir adalah biaya untuk gaya hidup.

Biaya kuliah harus diprioritaskan karena jika tidak bisa diselesaikan dengan baik, resikonya teman-teman akan dikeluarkan. Memang ada banyak cara untuk mengurangi beban biaya kuliah, misalnya dengan beasiswa, atau pengajuan penundaan pembayaran. Biasanya di kampus atau jurusan tertentu ada beasiswa, baik itu dari swasta seperti Djarum, Ethos dan sebagainya. Ada juga yang dari pemerintah seperti BIDIK MISI atau (zaman saya kuliah) ada namanya beasiswa BBM.

Pandai-pandailah mencari informasi mengenai beasiswa ini. Bisa di internet, di ruang jurusan atau melaui jaringan teman dan dosen di kampus.

Prioritas selanjutnya adalah makan dan tempat tinggal. Makan, minimal bersih, sehat dan bergizi. Tidak harus mahal atau bermerk. Juga tidak harus selalu daging setiap kali makan. Bagi yang muslim, ada baiknya diselingi dengan puasa sunnah, senin – kamis misalnya. (tapi puasanya jangan diniatkan untuk pengiritan ya!).

Tempat tinggal, baik itu kost atau asrama juga harus dipertimbangkan dengan baik. Biasanya semakin bagus dan semakin dekat dengan kampus akan semakin mahal. Oiya, ada tulisan lengkap tentang seperti apa tempat kost yang ideal itu. Silahkan baca tulisannya di sini. Jika tidak ada biaya untuk kost. Sebaiknya teman-teman mengontrak satu rumah dengan bebebrapa kamar. Bayar kontraknya patungan dengan beberapa teman. Biasanya biaya per orang yang harus dibayar akan lebih murah.

Jika tidak mampu, teman-teman dapat menumpang tinggal di masjid atau mushola sekitar kampus.

Prioritas yang terakhir adalah biaya untuk gaya hidup. Gaya hidup selama kuliah sebaiknya sederhana dan biasa-biasa saja. Walaupun teman-teman berasal dari keluarga kaya atau berkecukupan.

Jika hendak makan, makan di warungan sekitar kampus juga insyaAllah memadai. Tidak perlu harus ke KFC atau yang sejenisnya. Sesekali tentu boleh, tapi jangan jadi kebiasaan.

Jika hendak punya smartphone baru, pastikan kita membeli karena kebutuhan. Bukan sekedar karena keinginan. Karena merk terbaru, karena merknya terkenal, karena fiturnya paling lengkap dan canggih, atau karena tidak mau kalah saing dengan teman satu kelas. Juga tidak perlu gonta-ganti smartphone karena merk terbaru sudah muncul. Namun, jika smartphone teman-teman sudah sering error, tidak bisa dipakai untuk komunikasi dan boros baterai misalnya, tentu harus segera diganti.

Masih banyak hal sebenarnya yang terkait gaya hidup ini. Intinya, ini bukan kebutuhan pokok dan tidak akan mengganggu kuliah jika ditunda atau diabaikan.

#3. Memilih tanpa mengetahui jurusan yang dituju.

Terakhir, jangan sampai teman-teman memilih jurusan tapi tidak mengetahui seperti apa jurusan yang hendak dituju.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang jurusan antara lain:

  1. Akreditasi jurusan, pilihlah yang memiliki nilai akreditasi minimal B, lebih baik jika A.
  2. Bentuk perkuliahan di dalam jurusan tersebut. Maksudnya apakah kebanyakan berada di dalam kelas, kebanyakan berada di luar ruangan atau praktikum di alam terbuka. Jika teman-teman termasuk memiliki fisik yang tidak tahan dengan panas terik dan hembusan angin di alam terbuka, maka sebaiknya jangan memilih jurusan geodesi atau geomatika, misalnya demikian. (prospek tentang jurusan geodesi dan geomatika, ada di sini).
  3. Estimasi biaya kuliah per semester sampai lulus. Usahakan untuk mendapatkan estimasi sedetail mungkin. Ini untuk dikalkulasikan dengan biaya hidup teman-teman saat kuliah.
  4. Prospek jurusan. Ini juga penting, agar teman-teman tidak kecewa setelah lulus jika berharap untuk segera dapat kerja. Walaupun sebenarnya, kecakapan personal lebih diutamakan dalam penerimaan karyawan. Bahkan ada juga yang lulusan perguruan tinggi terkenal dan ber IPK tinggi, langsung ditolak perusahaan. Baca tulisannya di sini.

Demikianlah, tiga kesalahan fatal dalam memilih jurusan. Mudah-mudahan bermanfaat. Jangan lupa dishare ya, agar informasi berharga ini dapat sampai kepada orang-orang di sekitar teman-teman.

image credit for: pixabay.com/id/perisai-belajar-catatan-tanda-2300042/




banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.