6 Kegiatan Paling Merampas Waktu Produktif Mahasiswa

waktu produktifMahasiswa identik dengan kelompok terpelajar yang merantau jauh dari orang tua dan sanak saudara. Karena jauh dari orang tua dan sanak saudara, membuat pengawasan terhadap merekapun menjadi sangat longgar. Sehingga, walaupun mahasiswa adalah kelompok terpelajar, banyak juga diantara mereka yang melakukan aktifitas sia-sia dan merampas waktu produktifnya.

Berikut ini beberapa aktifitas yang sering dilakukan mahasiswa dan merampas waktu produktif mereka. Mudah-mudahan teman-teman yang membaca blog ini tidak termasuk ke dalamnya.

  1. Update status di media sosial

Aktifitas perampas waktu produktif yang pertama adalah update status di media sosial. Apalagi facebookan yang hanya sekedar lihat komentar, lihat pembaharuan status atau sekedar komentar. Mungkin kita tidak sadar, dalam sehari bisa satu sampai dua jam habis hanya untuk bermain facebook.

Apalagi sekarang media sosial tidak hanya facebook, tapi ada juga instagram, pinterest, dan sebagainya. Bahkan di smartphone kita, hampir dapat dipastikan kita tergabung dalam sebuah grup WA atau BBM. Di grup itu banyak informasi, berita dan komentar yang sering kali tidak ada hubungannya dengan nasib kita. Tidak ada manfaatnya bagi kuliah kita. Tidak ada manfaatnya juga bagi perkembangan akademis kita.

Kalau grup WA atau BBM itu mendatangkan sesuatu yang produktif dan bermanfaat bagi kuliah dan karier teman-teman, boleh diikuti tapi dengan pengaturan waktu yang ketat. Tapi jika ternyata hanya jadi tempat curhat, ngobrol gosip dan sejenisnya. Maka tinggalkan saja. Sebab, pelan-pelan, waktu produktif teman-teman sebagai seorang mahasiswa akan dirampas oleh makhluk yang namanya media sosial.

Jadi, gunakanlah media sosial dengan bijak. Buka media sosial hanya untuk kegiatan produktif dan bermanfaat.

  1. Membaca atau menonton berita

Mengapa membaca dan menonton berita, baik offline maupun online termasuk hal yang merampas waktu produktif? Mari simak penjelasannya.

Sebenarnya hal ini erat kaitannya dengan sebagian besar isi berita di sekitar kita yang kebanyakan hanya memuat berita-berita murahan dan tidak memacu produktifitas. Apa contohnya? Berita tentang ada orang yang bernama tuhan. Berita tentang kecelakaan beruntun pada balap formula 1. Atau berita tentang cerainya artis A dengan artis B setelah sekian tahun menikah.

Berita-berita model begitu, tidak ada pengaruhnya terhadap kuliah dan akademik teman-teman. Berita-berita seperti ini sudah seharusnya teman-teman tinggalkan.

Jadi, berita apa yang sebaiknya dibaca? Karena informasi pada kondisi tertentu juga penting.

Berita yang sebaiknya dibaca adalah berita yang menyangkut nasib dan memberikan manfaat bagi teman-teman. Contoh, berita tentang teknik pemberian pakan terbaru bagi ayam petelur. Berita ini menjadi penting bagi teman-teman yang kuliah di peternakan. Atau misalnya, berita tentang bergesernya orientasi target konsumen ke arah keluarga muslim kelas menengah. Berita ini penting jika teman-teman menekuni ilmu marketing, advertising dan sejenisnya.

Oleh karena itu, mulai sekarang, lebih selektiflah memilih berita. Agar waktu produktif teman-teman sebagai mahasiswa tidak hilang dirampasnya.

  1. Bermain games

Perampas waktu produktif selanjutnya adalah bermain games. Terutama games pada PC, smarphone atau games online. Pada kadar tertentu, bermain games boleh-boleh saja. Sekedar selingan pelepas lelah. Tapi jika bermain games menjadi sebuah hobi apa lagi kecanduan, itu sudah sangat berbahaya.

Bermain games sudah dapat disebut hobi jika setiap hari meluangkan waktu untuk melakukannya. Entah itu satu atau dua jam. Keinginan untuk bermain games masih dapat diatur dan dikendalikan sehingga belum mengganggu aktifitas utama seorang mahasiswa yaitu kuliah.

Namun, jika bermain games telah berubah menjadi karena kecanduan, maka ini sangat berbahaya. Kecanduan sebuah games ditandai dengan fikiran yang selalu teringat dengan games yang tengah dimainkannya. Sehingga teman-teman sulit fokus dan mengingat materi kuliah. Jika sudah kecanduan games, bisa lupa makan, minum dan bahkan mandi, yang merupakan kebutuhan pokok bagi tubuhnya.

Orang yang sudah kecanduan games juga akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain games. Padahal waktu-waktu yang dia miliki adalah waktu-waktu yang produktif.

Lebih jauh lagi, seseorang yang telah kecanduan games akan menjadi anti sosial. Lebih suka menyendiri, tidak senang berkumpul dan bergaul dengan teman-temannya. Mudah tersinggung dan kehilangan respek atau kepedulian dengan teman-temannya.

Karena berbahayanya kecanduan bermain games, baik dari segi kesehatan dan sosial, juga menghabiskan waktu produktif seorang mahasiswa. Sudah selayaknya teman-teman bijak bermain games, agar tidak menjadi kecanduan dan menghabiskan waktu produktif teman-teman.

  1. Nonton film atau sepak bola

Aktifitas perampas waktu produktif selanjutnya adalah nonton film atau sepak bola.

Sesekali, bolehlah untuk hiburan. Tapi harus bisa mengatur waktu agar prioritas kuliah, belajar dan mengerjakan tugas kampus tidak terbengkalai. Apa lagi sampai harus terjaga di dini hari atau menonton sampai larut malam. Sebaiknya di hindari. Selain buang-buang waktu produktif, juga mengurangi waktu istirahat tubuh. Akibatnya tubuh menjadi mudah sakit.

Jika mau nonton film, tontonlah film-film yang berkualitas. Yaitu film yang memberikan pelajaran tentang nilai-nilai positif. Entah itu kerja keras, pantang menyerah, positif mindset, atau yang lainnya. Jangan tonton film hanya karena efek visualnya yang keren atau bintang filmnya adalah idola.

Saya sendiri tidak bisa memberikan contoh, karena saya secara pribadi bukan penyuka film atau sinetron. Mungkin sekelas film laskar pelangi bisa jadi contoh.

Bagaimana dengan nonton bola? Sama saja. Lebih banyak buang waktunya dari pada manfaatnya. Kalau teman-teman tetap penasaran dengan hasil akhir pertandingannya, tonton saja di 10 menit terakhir. Ketahuan kan siapa yang menang dan berapa skor akhirnya. Bagaimana?

  1. Ngobrol tidak jelas

Ngobrol tidak jelas disini maksudnya adalah cerita tentang segala hal yang tidak jelas ujung pangkalnya. Bisa bergosip, bercerita urusan politik dan pemerintahan, menganalisa permasalahan seperti seorang pakar. Atau nongkrong berjam-jam tanpa kepentingan apapun.

Memang, manusia adalah makhluk sosial. Sehingga perlu bertemu, berkumpul dan bersosialisasi dengan teman-teman yang lain. Namun jika itu dilakukan berlebihan, sampai berjam-jam tanpa ada yang dihasilkan selain waktu yang terbuang. Maka itu harus ditinggalkan.

Mengobrol di sini tidak hanya dengan bertatap muka langsung, tapi termasuk juga mengobrol melalui telepon, chatting via skype dan sejenisnya.

Bagaimana halnya ngobrol dengan pacar? Sebagian besar, sama saja. Ngobrol dengan pacar merupakan aktifitas yang buang-buang waktu. Hanya mendapatkan kesenangan sesaat. Kecuali, teman-teman berbicara serius untuk mempersiapkan ke jenjang pernikahan, itu bagus. Jika memang teman-tean berniat menikah saat masih kuliah. Ada baiknya teman-teman baca artikel di sini sebagai bahan pertimbangan.

Jadi kalau mau ngobrol, fikirkan, kira-kira manfaat apa yang kita peroleh? Kalau Cuma buang-buang waktu, nongkrong tidak jelas. Sebaiknya tinggalkan saja.

  1. Tidur berlebihan

Tidur adalah kebutuhan setiap orang untuk beristirahat dan memulihkan staminanya. Tapi tentu saja tidur secukupnya saja. Cukup 6-8 jam saja. Tidak perlu sampai 10 jam itu berlebihan. Tidak perlu juga sampai tidur hanya 4 jam. Itu belum cukup untuk tubuh melakukan recovery.

Hal lain yang perlu diingat pula bahwa kualitas tidur malam tidak dapat dignti dengan tidur siang walaupun dengan kuantitas atau lama tidur yang lebih panjang. Karena tidur malam telah didesain oleh sang Pencipta sebagai waktunya tubuh beristirahat, memperbaiki sel-sel tubuh, mengendapkan ingatan dan mengembalikan kebugaran tubuh. Sedangkan tidur siang hanya sebagai meyegarkan kembali tubuh atas kepenatan aktifitas di separuh siang hari itu.

Saran saja. Sebaiknya jika tidak ada kegiatan penting, segera tidur setelah shola isya. Hal ini agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Jika hendak mengulang materi kuliah atau mengerjakan tugas, kerjakan pada dini hari sekitar pukul 3 pagi. insyaAllah badan sudah cukup beristirahat dan fikiran sudah fresh.

Demikian, 6 hal yang dapat merampas waktu produktif temen-temen sebagai seorang mahasiswa. Sebenarnya, masih banyak hal yang dapat mermpas waktu produktif teman-teman semasa kuliah. Namun 6 hal tadi yang biasanya banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, kelola waktu produktif teman-teman sebaik mungkin agar dapat berprestasi dan lulus dengan memuaskan.

Bagikan Tulisan Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.