Prospek dan Peluang Kerja Jurusan Geodesi dan Geomatika

Prospek dan peluang kerja suatu jurusan sering kali menjadi pertimbangan para siswa SMA/SMK atau MA sebelum kuliah. Hal tersebut adalah wajar, sebab, mau kemana lagi setelah lulus? Tentu semua berharap dan bercita-cita untuk masuk ke dunia kerja dengan mudah dan mendapatkan gaji/sallary yang juga melimpah.

Salah satu jurusan yang memiliki prospek kerja cukup bagus pada masa yang akan datang adalah jurusan Geodesi dan geomatika. Hal ini bukan hanya karena pekerjaan di bidang geodesi cukup banyak, tapi juga karena, sampai saat ini, peminat jurusan geodesi masih sedikit. Otomatis, persaingannyapun relatif lebih longgar.

Sebelum dibahas bagaimana tentang prospek dan peluang kerja jurusan geodesi, kami sampaikan dulu sekilas tentang jurusan geodesi. Agar teman-teman mendapat sedikit gambaran, seperti apa itu jurusan geodesi.

Dilihat dari segi bahasa, berasal dari bahasa Yunani, Geo = Bumi, dan Daisy = Mengukur/Ukuran. Jika digabungkan, geodesi artinya kurang lebih adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran bumi, lebih khusus lagi pada muka buminya.

Bahasa sederhananya, jurusan geodesi itu mempelajari dan mengukur (jarak, ketinggian dan sudut) muka bumi sehingga dapat dibuat sebuah gambaran dengan ukuran tertantu yang disebut peta. Definisi geodesi seperti ini tidak sepenuhnya lengkap, tapi kurang lebihnya begitu.

Bagaimana dengan perkuliahannya?

Perlu diketahui, pada jurusan geodesi, sebagian besar mata kuliahnya berkaitan dengan matematika dan hitungan, jadi sangat disarankan untuk teman-teman yang hendak mengambil jurusan geodesi agar mengerti, menyukai atau minimal bersahabat dengan matematika. Sebab itu akan sangat memudahkan perkuliahan nantinya.

Pada semester-semester awal biasanya tidak semua mata kuliah langsung hitung-hitungan. Ada juga mata kuliah non hitung-hitungan, seperti Pancasila atau kewarganegaraan, pengantar geodesi juga Bahasa Inggris. Tapi tentu ada mata kuliah yang hitung-hitungan juga seperti kalkulus, statistika dan aljabar linear.

Semester-semester selanjutnya, teman-teman akan bertemu dengan mata kuliah-mata kuliah yang lebih menjurus dan spesifik, seperti ilmu ukur tanah, pengetahuan geologi, geomatika dan hukum agraria.

Semester yang lebih tinggi, teman-teman akan bertemu dengan mata kuliah yang mungkin belum terbayang ketika sekolah. Misalnya geodesi satelit, sistem tranformasi koordinat. Selain itu ada juga mata kuliah tentang kartografi, survei tambang, survei hidro dan survei digital.

Nama mata kuliah mungkin akan berbeda setiap universitas. Tapi, jangan pusing duluan dengan hitung-hitungan dan istilah-istilah yang tidak dikenal. Sebab, setelah teman-teman menekuninya, jika teman-teman kemudian memilih geodesi, teman-teman akan terbiasa dan terlatih menghadapi itu semua.

Soal praktikum, pasti ada. Ada yang di laboratorium dan ada juga, bahkan lebih banyak, yang di lapangan. Namanya juga mengukur bumi, tentu kebanyakan di lapangan. Jadi bersiaplah untuk bersahabat dengan lumpur di tepi sungai, debu, sinar matahari dan tentu saja alam terbuka yang menjadi lahan praktikum teman-teman.

Singkat kata, teman-teman harus siap berkegiatan lebih banyak di lapangan.

Geodesi, biasanya berada satu kelompok dengan ilmu-ilmu teknik tentang bumi lainnya, seperti teknik geologi ataupun geomatika.

Sekarang, bagaimana dengan prospek atau peluang kerja dari jurusan geodesi ini?

Prospek kerjanya sangat luas. Berikut ini beberapa di antaranya

  1. Badan Informasi Geospasial (BIG), sebelumnya bernama Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)

BIG  membutuhkan tenaga ahli dari jurusan geodesi dan geomatika serta tenaga pengukuran dan pemetaan untuk pekerjaan-pekerjaan antara lain sebagai berikut :

  1. Pembuatan Peta Dasar (peta rupa bumi). Kegiatan ini untuk memetakan dengan detail (jarak, tinggi dan sudut) rupa bumi pada suatu wilayah.
  2. Survey kelautan. Survey kelautan ini untuk memetakan beberapa hal seperti permasalahan kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim, perubahan pasang surut, deformasi vertikal, pergerakan lempeng, juga akibat abrasi atau sedimentasi
  3. Survey di udara, diantaranya pembuatan foto udara.
  4. Survey di darat, diantaranya pembentukan wilayah dan penataan batas antar wilayah. Kegiatan ini bekerjasama dengan Menteri Dalam Negeri dibantu Tim PPBD (Penegasan dan Penetapan Batas Daerah) Pusat dan Daerah, Jawatan Topografi dari TNI-AD, Jawatan Hidro Oseanografi dari TNI-AL, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, BPN, dan lain-lain.
  5. Membantu pembuatan Undang-undang atau peraturan pemerintah tentang Informasi geospasial.

 Kementerian Pertanian dan Kehutanan

Kementerian Pertanian dan Kehutanan juga membutuhkan ahli geodesi. Para ahli geodesi ini melakukan beberapa tugas antara lain:

  1. Pendeteksian dan pengendalian perubahan penggunaan lahan pertanian (sawah, ladang dan perkebunan) menjadi non pertanian. Kondisi ini jika tidak dideteksi secara cepat dan dikendalikan secara akurat, tentu akan berdampak terhadap produksi padi dan ketahanan pangan.
  2. Perkembangan jumlah penduduk Indonesia yang semakin meningkatmengakibatkan kebutuhan perumahan dan fasilitas lainnya juga meningkat. Secara otomatis kondisi ini akan mengurangi ketersediaan lahan pertanian yang ada. Untuk mengantisipasi hal ini, tentu memerlukan ketersediaan data yang lengkap dan akurat tentang kondisi lahan di suatu wilayah. Pada bagian inilah para ahli geodesi berperan.
  3. Pendataan dan pengendalian perubahan penggunaan hutan. Hal ini dimaksudkan agar areal hutan yang ada dapat dijaga dan dapat memenuhi fungsinya sehingga tidak berubah menjadi lahan perkebunan atau perumahan yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem setempat.
  1. Perusahaan Pertambangan dan Migas

Ada banyak perusahaan tambang dan migas yang  beroperasi di Indonesia. Baik itu berasal dari dalam negeri atau pun berasal dari luar negeri.

Perusahaan yang berasal dari dalam negeri yang cukup terkenal misalnya, PT. Timah, PT. Aneka Tambang dan Pertamina. Sedangkan yang berasal dari luar negeri misalnya PT. Freeport Indonesia, Total Energy ataupun Newmont.

Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga geodesi dan geomatika di perusahaan pertambangan dan migas antara lain sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi area eksplorasi pertambangan ataupun pengeboran secara cermat agar mendapatkan hasil yang optimal.
  2. Melakukan mitigasi bencana akibat pertambangan. Baik terhadap perusahaan ataupun kemungkinan terhadap lingkungan sekitar area pertambangan dan pengeboran.
  3. Membantu menyediakan data spasial untuk pengelolaan pertambangan rakyat seperti : batuan andesit, diorit, granit, gamping, zeolit dan lain-lain.
  4. Membantu menyediaan data spasial untuk pengelolaan sumber daya mineral lainnya seperti: emas, tembaga, nikel, timah dan lain-lain.

Melihat banyaknya jumlah perusahaan pertambangan di Indonesia dan banyaknya pekerjaan-pekerjaan bidang pertambangan dan pengeboran yang membutuhkan tenaga ahli geodesi dan geomatika, maka tentu saja ini menjadi peluang yang cukup cerah bagi lulusan geodesi dan geomatika.

  1. Menjadi Dosen

Menjadi dosen, baik itu pada perguruan tinggi negeri maupun swasta, menjadi peluang kerja selanjutnya dari jurusan geodesi.

Memang, untuk menjadi dosen, minimal teman-teman harus lulus S2 dan memiliki IPK yang tinggi. Baik itu IPK S1 maupun S2nya. Ada banyak cara untuk mendapatkan nilai IPK tinggi, salah satunya dibahas dalam tulisan ini.

Selain IPK, teman-teman juga sebaiknya memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang cukup baik, baik itu aktif maupun pasif. Hal ini akan menjadi nilai lebih ketika teman-teman mendaftar atau mengikuti seleksi dosen.

Sementara ini ada 4 perguruan tinggi negeri dan 4 perguruan tinggi swasta yang membuka jurusan geodesi dan geomatika. Perguruan tinggi tersebut antara lain:

  1. Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta
  3. Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya
  5. Universitas Pakuan Bogor
  6. Institut Teknologi Nasional (ITNAS) Bandung
  7. Insitut Teknologi Nasional (ITN) Malang
  8. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta

Masih banyak perguruan tinggi yang belum membuka jurusan geodesi, jadi tidak tertutup kemungkinan, perguruan tinggi lain yang belum memiliki jurusan geodesi dan geomatika akan membuka jurusan ini pada tahun yang akan datang.

  1. Badan Pertanahan Nasional (BPN)

Badan Pertanahan Nasional (BPN) membutuhkan tenaga ahli geodesi dan geomatika serta tenaga pengukuran dan pemetaan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan antara lain sebagai berikut :

  1. Pembuatan Sertifikat Tanah

Pengajuan Sertifikat Tanah baru di Badan Pertanahan Nasional (BPN) diperkirakan mencapai ± 3.000.000 s.d. 4.000.000 sertifikat tiap tahun, sedangkan sertifikat yang dapat dilayani oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) ± 2.000.000 bidang tiap tahun. Hal ini disebabkan kurangnya tenaga pengukuran di Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada saat ini.

Sebagai gambaran, dapat diperkirakan bahwa setiap tenaga pengukuran dalam setiap hari mempunyai kemampuan rata-rata untuk mengukur dan menggambar Surat Ukur (lampiran sertifikat tanah) sejumlah 4 (empat) Surat Ukur. Jika dalam 1 (satu) tahun dihitung 250 (dua ratus lima puluh) hari kerja, berarti setiap tenaga pengukuran mampu menyelesaikan 1.000 (seribu) Surat Ukur dalam 1 (satu) tahun.

Dengan demikian, untuk mencukupi kekurangan Surat Ukur sebanyak 2.000.000 Surat Ukur, masih diperlukan tenaga pengukuran baru sejumlah ± 2.000 orang.

  1. Rekonstruksi Batas

Permasalahan batas tanah atau wilayah sering kali muncul di Indonesia. Hal ini terjadi karena beberapa hal, antara lain:

  1. Rekonstruksi batas akibat bencana alam. Indonesia merupaka negara dengan wilayah yang sangat rentan terhadap bencana alam. Baik itu, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, banjir, longsor, penurunan tanah, kekeringan tanah, ataupun kebakaran hutan. Bencana-bencana tersebut dapat saja merubah muka tanah dan tanda-tanda batas yang telah ada. Oleh karena itu perlu adanya rekonstruksi batas.
  2. Rekonstruksi batas perlu juga dilakukan akibat adanya pembangunan infrastruktur dan beragam fasilitas yang sangat pesat, terutama di daerah-daerah berkembang. Pembangunan infrastruktur seperti, jalan, jembatan, saluran air dan sejenisnya dapat membuat batas tanah bergeser atau bahkan hilang. Oleh karena itu perlu adanya rekonstruksi batas.

Rekonstruksi batas ini menjadi hal yang sangat penting dan sensitif karena menyangkut kepemilikan seseorang. Tentu seseorang akan sangat marah jika karena kondisi tertentu, tiba-tiba batas tanahnya bergeser atau bahkan hilang.

  1. Menyajikan atau menyediakan Aplikasi Sistem Informasi Data Rekonstruksi Batas yang dapat diakses oleh semua kantor pertanahan di seluruh Indonesia. Hal ini penting untuk dilakukan agar informasi batas tanah atau wilayah dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Sehingga perselisihan akibat batas tanah/wilayah dapat dicegah.
  2. Menyajikan Sistem Informasi dan Manajemen Pertanahan untuk pengelolaan administrasi sengketa dan konflik pertanahan, yang sampai saat ini belum terealisasi karena masih banyaknya bidang-bidang tanah yang belum terdaftar.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada saat ini dan masa yang akan datang, Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih memerlukan lulusan pendidikan teknik geodesi dan geomatika untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaan tersebut.

  1. Berdinas di TNI

Sangat sedikit masyarakat yang mengetahui bahwa para ahli geodesi dan geomatika dapat bekerja di lingkungan TNI. Padahal bisa.

Para lulusan jurusan geodesi dan geomatika dapat berkiprah di TNI untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut:

Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan tenaga Geodesi dan Geomatika untuk keperluan militer, antara lain adalah :

  1. Rekayasa penyediaan informasi spasial terkait kontur tanah.
  2. Pembuatan Peta Laut DISHIDROS TNI-AL.
  3. Pendeteksian garis pantai dan efek gelombang.
  4. Pendeteksian kenaikan muka air laut.
  5. Mengidentifikasi kedalaman dan dasar laut beserta permasalahan dan analisisnya.
  6. Mengidentifikasi benda-benda bergerak di darat, laut dan udara.

Selain tugas-tugas tersebut di atas, secara umum Ahli Geodesi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat berperan dalam proses perundingan perbatasan. Hal ini mengingat negara Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai lebih dari 95.000 km.

Peran Ahli Geodesi dimulai dari pada saat suatu negara akan menentukan Titik Dasar untuk penentuan dengan garis pangkal lurus atau garis pangkal kepulauan. Untuk menentukan titik tersebut perlu dilakukan survei penentuan posisi, pengamatan bathimetri, pembuatan peta titik dasar serta pemanfaatan dan interpretasi berbagai citra satelit.

Selanjutnya, dalam tahap perundingan, ahli Geodesi sangat berperan untuk memberikan masukan teknis, terkait dengan peta yang disepakati dalam penentuan garis batas wilayah. Berperan pula dalam hal penentuan garis batas dengan berbagai metoda, serta berperan dalam menentukan datum Geodesi yang disepakati bersama.

Selain itu, peran Ahli Geodesi juga sangat diperlukan dalam pembuatan data base yang memuat tentang data dan informasi aset-aset pertanahan negara. Data dan informasi keruangan pertanahan negara tersebut dapat disajikan dalam bentuk citra satelit, peta, video, detail situasi, tabulasi dan foto sebagai lampiran Peraturan Pemerintah tentang Wilayah Pertanahan Negara.

Demikianlah, gambaran peluang dan prospek kerja jurusan teknik geodesi dan geomatika. Mudah-mudahan bisa memberikan gambaran awal kepada teman-teman yang masih bingung atau baru memiliki minat untuk melanjutkan kuliah. Sebenarnya, masih banyak peluang kerja dari jurusan geodesi dan geomatika yang tidak disampaikan di sini. Seperti bekerja di LIPI, BPPT, dan sebagainya.

Silahkan tulisan ini dibagikan, agar lebih banyak orang yang mendapat manfaat. Tulisan ini banyak mengambil inspirasi dari sini. Bila ada tambahan dan masukan untuk memperbaiki dan memperkaya artikel ini, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *